Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

GORESAN TINTA DALAM KEGELAPAN

GORESAN TINTA DALAM KEGELAPAN Gemerincik hujan yang turun sejak sore tak kunjung terhenti. Letupan-letupan keras petir belum juga tenang. Semilir angin masih betah menari-nari di sekitar pelupuk mataku. Tak ada yang bersuara bahkan bergeming, yang terdengar hanyalah suara rintik hujan di atap genting. Gelap gulita, hanya sesekali cahaya petir yang terlihat. Aku tetap berdiri mematung di balik jendela. Mataku menerawang keluar, sembari mengusap air mata yang terus membasahi pipi yang dingin tersentuh angin hujan. Kalau saja bulan dan bintang sedang berbaik hati pada bumi pertiwi, pastilah tak ada air mata.  Namun, 2 hari belakangan ini langit hanya mengencingi bumi pertiwi. Sepertinya ia sedang bersedih, seperti sedihnya hatiku. Seminggu yang lalu aku baru dimandikan air mata, kehilangan kakak tercinta membuatku sulit melebarkan senyum, ia pergi tanpa meninggalkan pesan hanya seutas pita hitam yang ia tinggalkan. Setiap hujan turun, aku selalu teringat akan kakak tercintaku. ...