Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2013

Rajutan Tali Persahabatan

RAJUTAN TALI PERSAHABATAN             Fajar menjelang, kulihat matahari mulai menampakkan sinar hangatnya. Bunga-bunga disekitarku terlihat bergoyang-goyang seolah-olah sedang menyambut kedatanganku di kota kembang ini. Ya, inilah hari pertamaku di Bandung. Aku pindahan dari kota metropolitan, yang tidak lain adalah Jakarta. “Wah, sejuknya?” Seruku ketika membuka jendela kamarku Karena sangat asyiknya menikmati udara pagi, sampai ada Ibu di sampingku tak ku ketahui. “Annisa, kamu belum siap-siap? Hari ini kan hari pertamamu berangkat kesekolah barumu sayang?”Ucap Ibu mengingatkanku “Astagfirullah hal adzim. Annisa lupa bu.... ya udah Annisa siap-siap dulu ya bu.” Ucapku sembari segera bersiap-siap berangkat kesekolah. Untung saja tadi shubuh sudah mandi, jadi bisa mempersingkat waktu. Dengan terburu-buru Aku mulai menata pelajaran, memasukkannya dalam tas dan kemudian memakai sepatu. “Seharusnya tadi habis sholat shu...

Cinta akan indah pada waktunya

CINTA AKAN INDAH PADA WAKTUNYA             Ketika sang mentari menyapa dengan hangatnya, dedaunan melambai-lambai menyambutku, serta lantunan angin yang menari-nari di sekitar pelupuk mataku. Aku memulai aktivitasku untuk bersih-bersih lingkungan pondok, Aku bukanlah santriwati maupun pengurus pondok. Melainkan seorang pembantu di pesantren Baitussalam di Tegal. Mungkin tak pernah terbesit di fikiranku untuk menjadi pembantu disini di usiaku yang menginjak 15 tahun, tetapi karena keinginan dan tekat yang kuat dari hatiku untuk mondok di pesantren tak dapat Aku lakukan, karena terhalang oleh biaya. Sehingga Aku memutuskan untuk menjadi pembantu disini. Alhamdulillah, Aku mendapatkan tempat tinggal dan ilmu keagamaan disini, meski tak jarang Aku sering mendapatkan cemooh dari para santriwan maupun santriwati karena pekerjaanku ini. Namun Aku tak pernah malu akan itu, ini membuatku menjadi wanita yang kuat. Kelak Aku akan pulang me...

Akulah tulang rusukmu

Gambar
AKULAH TULANG RUSUKMU              Ketika Dia datang kepadaku dan menghampiriku, hatiku seakan mendapatkan sebuah cahaya bintang yang merasuki tubuhku. Dengan penuh perhatiannya Dia menawarkanku cinta dan sayang. Saat itu Aku tahu, apakah ini yang namanya sebuah cinta....cinta yang sering Aku dengar dari semua orang. Tetapi sepertinya tidak menurutku, ini adalah godaan dari nafsuku dan sama sekali yang Aku rasakan ini tak ada hubungannya dengan yang namanya cinta. Cinta yang sebenarnya menurutku adalah saat dimana hati ini dan jiwa ini dapat bermunajat kepada-Nya. Bertafakur, berdzikir dan dapat bersenandung ayat-ayat Nya dalam setiap hela nafas ini. Dan mulai saat ini Aku ingin melupakan Dia, Aku tak ingin terlalu merasakannya, menyayanginya semakin dalam. Cukup untuk saat ini saja, dan Aku tidak mau kembali merasakannya. Biarlah atas kekuasaan-Nya kita di pertemukan kembali pada saatnya kelak, itupun jikalau Aku ini adala...