MAKALAH
TEKNIK PENULISAN ARTIKEL JURNAL ILMIAH
Dipresentasikan dalam Mata Kuliah
Karya Tulis Ilmiah
Yang diampu oleh : M. Rikza Chamami, MSI.
Disusun Oleh :
Nur Faizah (123111118)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2013
I.
PENDAHULUAN
Di dalam dunia
tulis menulis kita tak asing lagi dengan karya tulis ilmiah. Setiap hasil
pemikiran dan penelitian kita terhadap suatu hal, biasanya diwujudkan dalam
bentuk karya tulis ilmiah. Hal itu bertujuan agar masyarakat luas dapat
menikmati dan merasakan hasil buah pikiran dan karya kita. Selain itu, ketika
kita menulis akan mendapatkan sebuah kepuasan tersendiri dalam diri kita, karena
kita mampu untuk berbagi kepada orang lain lewat tulisan kita.
Selain mengenal
karya tulis ilmiah, kita juga mengenal artikel. Pada dasarnya kita semua bisa
menulis artikel. Hal itu karena teknik penulisan artikel pada umumnya tidaklah
sukar, dan semua orang dapat menulis artikel dengan bermodalkan gagasan yang
tertuang dalam sebuah tulisan yang pastinya sesuai dengan latar belakang,
keilmuan ataupun keahlian, maka seseorang sudah bisa memperoleh suatu
kredibilitas dalam menulis sebuah artikel.
Di kalangan
mahasiswa, yang notabennya berwawasan intelektual, tentu sudah mengenal jurnal.
Ketika kita menulis sebuah artikel ilmiah di dalamnya bukanlah sama halnya
dengan kita menulis sejenis artikel biasa seperti di majalah-majalah atau koran
yang biasa kita baca. Akan tetapi, artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal
ilmiah biasanya disusun dari laporan penelitian, laporan percobaan, laporan
penemuan atau laporan perenungan akademik seorang peneliti. Selain itu, bahasa
yang digunakan dalam sebuah artikel ilmiah tentu haruslah ilmiah, tak sama
dengan halnya bahasa dalam artikel umum. Selain itu, artikel ilmiah yang hendak
dimuat dalam jurnal terakreditasi haruslah benar-benar dipahami sebagai sebuah
tulisan khusus.
Kini menulis
artikel dan karya ilmiah bukan lagi sekedar hobi tetapi sudah menjadi kebutuhan
bagi kaum intelektual, terutama bagi mereka yang menduduki jabatan fungsional,
seperti guru, dosen, peneliti dan sebagainya. Bagi mahasiswa menulis karya
ilmiah bahkan menjadi kewajiban, sebelum mereka menyelesaikan masa studinya.
Kriteria tulisan
untuk artikel ilmiah ialah yang memiliki orisinalitas atau benar-benar terbukti
keasliannya, menarik, dan haruslah aktual. Dalam menulis artikel jurnal ilmiah,
kita juga harus memperhatikan sistematika penyusunannya yang tepat. Maka dari
itu, penulis akan membahas tentang “Teknik Penulisan Artikel Jurnal”
dalam makalah sederhana ini untuk membantu para pembaca dalam menyusun artikel
jurnal ilmiah.
I.
RUMUSAN MASALAH
A.
Apa Pengertian Artikel
Jurnal Ilmiah?
B.
Apa Tujuan Penulisan Artikel
Jurnal Ilmiah?
C.
Bagaimana Ruang Lingkup
Artikel Jurnal Ilmiah?
D.
Bagaimana Langkah
Penyusunan Artikel Jurnal Ilmiah?
E.
Seperti Apa Contoh Artikel
Jurnal Ilmiah?
II.
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Artikel
Jurnal Ilmiah
Dalam dunia tulis
menulis, artikel jurnal ilmiah termasuk salah satu tulisan ilmiah
populer. Dalam artikel jurnal ilmiah, tema yang dibahas adalah masalah yang
aktual dan disajikan dalam bahasa yang mudah dicerna oleh para pembaca. Tulisan
ilmiah populer pada umumnya membahas mengenai ulasan atau kajian terhadap suatu
persoalan yang sedang hangat atau marak dibicarakan, misalnya seperti
persoalan-persoalan yang berhubungan dengan kurikulum 2013, pemerataan
pendidikan dan lain sebagainya.[1]
Istilah jurnal
(journal,magazine, periodical) di dalam bahasa Indonesia sebenarnya
lebih dikenal dengan sebutan “majalah”, yakni salah satu jenis media massa
cetak yang diterbitkan secara berkala.[2]
Jurnal juga diartikan sebagai sarana komunikasi untuk melaporkan sebuah
peristiwa atau gagasan kepada publik secara berkala, biasanya dalam bentuk
makalah.[3]
Adapula yang mengartikan bahwa jurnal ialah salah satu bentuk media
massa cetak yang khusus memuat artikel ilmiah suatu bidang ilmu.[4]
Sedangkan artikel
dalam bahasa Inggris ditulis “article”. Menurut kamus lengkap Inggris-Indonesia
karangan Prof.Drs.S.Wojowasito, article
berarti “karangan”. Sedangkan menurut pendapat para pakar artikel
termasuk kategori views (pandangan), yaitu tulisan yang berisi
pandangan, ide, opini, penilaian penulisnya tentang suatu masalah atau peristiwa.[5]
Pendapat lain mengatakan bahwa artikel merupakan tulisan lepas berisi opini
seseorang yang mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang sifatnya aktual atau
kontroversial dengan tujuan untuk memberitahu (informatif) dan meyakinkan
(persuasif argumentatif), atau menghibur khalayak pembaca (rekreatif).[6]
Selain itu artikel merupakan karya tulis yang bersifat pandangan (views)
dari penulisnya. [7]Ada
beberapa definisi mengenai artikel:
1.
Artikel dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia didefinisikan sebagai “Karya tulis lengkap di media massa
seperti surat kabar, majalah, tabloid, dan sebagainya.
2.
Artikel yaitu tulisan di
media massa cetak yang ciri-ciri utamanya enak dibaca.
Dari pengertian artikel diatas,
terdapat beberapa ciri-ciri artikel yaitu sebagai berikut:
a.
Arikel ditulis berdasarkan
pandangan dari penulis (views). Misal, tema artikel sama, tetapi point
of view berbeda. Hal itu karena penulis memiliki pemahaman, pengetahuan,
latar belakang, dan pengalaman yang berbeda sehingga artikel yang dibuat oleh
penulis yang satu dengan yang lain tak akan sama.
b.
Artikel merupakan karya
intelektual, berarti harus dibutuhkan pemikiran saat memahami artikel.
c.
Artikel berisi ungkapan
masalah dan memberikan problem solving.
d.
Isinya singkat, padat, dan
tuntas. Artinya, penulisan artikel tak bertele-tele, dan ada solusi
permasalahan.
e.
Artikel harus meruapakan
gagasan baru.
f.
Bahasanya sederhana, jelas,
hidup, menarik, segar, populer, dan komunikatif. Artinya, menulis artikel untuk
media massa harus menggunakan bahasa jurnalistik yang sederhana, jelas, hidup,
menarik, populer dan komunikatif.
g.
Artikel merupakan buah
pikiran yang orisinil alias asli, bukan jiplakan.
h.
Menyangkut kepentingan
publik seperti pendidikan, ekonomi, politik, sosial, budayam hukum, dan
sebagainya.
i.
Nama penulis harus
dicantumkan, karena artikel adalah karya individual. Penulisan nama pada
artikel opini ditulis dicantumkan di bawah judul. Sedangkan non-opini
dicantumkan dengan cara disimpan di akhir tulisan artikel tersebut.
Artikel jurnal
ilmiah adalah adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau
buku kumpulan artikel yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti
pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati atau ditetapkan. Artikel
ilmiah dapat diangkat dari hasil penelitian lapangan, hasil pemikiran dan
kajian pustaka, atau hasil pengembangan proyek.[8]
Berdasarkan
beberapa uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa definisi artikel jurnal
ilmiah ialah tulisan atau karya tulis yang merupakan hasil pemikiran atau
hasil penelitian yang berisi informasi faktual dan menarik pembaca yang dimuat
dalam media massa cetak khusus (jurnal).
B.
Tujuan Penulisan
Artikel Jurnal Ilmiah
Penulisan artikel,
bertujuan untuk menyampaikan pandangan (opini) , gagasan, serta argumentasi
dari berita-berita atau situasi, yang terjadi dan terekam dalam benak penulis.[9] Selain
itu, artikel biasanya bertujuan untuk menawarkan pemecahan masalah, mendidik,
menghibur dan memengaruhi pembaca.
Sedangkan
penulisan jurnal-jurnal pada hakikatnya diterbitkan dalam rangka melaporkan
hasil penelitian, hasil percobaan, atau hasil perenungan akademik.[10]
Selain itu penulisan jurnal juga mempunyai tujuan yang berbagai ragam. Seperti
misalkan Anne Frank, seorang yahudi yang berumur belasan tahun yang luput dari
kekejaman Nazi pada Perang Dunia Kedua dulu, menulis sebuah jurnal untuk
“menunjang dan menghibur” dirinya melalui suatu pengalaman yang sungguh
mengerikan serta tidak mengenal peri-kemanusiaan. Anne Morrow Lindbergh menulis
suatu jurnal “bukan untuk melestarikan pengalaman tetapi justru untuk
menikmatinya, membuatnya semakin nyata, lebih jelas kelihatan dan gamblang
daripada dalam kehidupan yang sebenarnya. Selain itu juga Mochtar Lubis, pengarang
terkenal dan wartawan kawakan, melestarikan pikiran, perasaan, gagasan, serta
tekadnya yang membaja, melalui jurnalnya.[11]
Tujuan utama
penulisan artikel jurnal ilmiah adalah untuk menciptakan kompetensi menulis di
berbagai kalangan, seperti misalnya menciptakan kompetensi menulis di kalangan
pendidik dan mahasiswa. Sebab, mental para dosen dan mahasiswa sekarang enggan untuk
menulis dan melakukan penelitian, walaupun perguruan tingginya sudah menyiapkan
dana.[12]
Jadi, tujuan penulisan artikel ilmiah
selain untuk menawarkan pemecahan masalah, juga memaparkan hasil penelitian.
C.
Ruang Lingkup
Artikel Jurnal Ilmiah
1.
Gaya Penulisan
Artikel Jurnal Ilmiah
Menulis artikel
sebenarnya gampang-gampang susah. Artinya, gampang karena dapat dipelajari,
tetapi untuk dapat dimuat pada media massa menjadi susah, karena memasuki
persaingan yang ketat. Banyak orang merasa mempunyai kemampuan cukup menulis
artikel. Tetapi hasilnya belum memuaskan. Tulisannya sering ditolak oleh media
massa yang ditujunya. Boleh jadi orang ini kurang menyadari siapa sebenarnya
dirinya itu, dan apa yang ditulisnya.[13]Artikel
ilmiah memumpun pada gaya penulisan keilmuan. Bahasa yang digunakan untuk
penulisan artikel ilmiah memiliki aturan sendiri. Dalam menulis artikel ilmiah
kita harus menguasai secara aktif kaidah penyusunan kalimat yang dalam kaitan
ini kita merujuk pada:
a.
Kelengkapan unsur kalimat,
terdiri dari subjek, predikat, dan objek.
b.
Pararelisme, artinya
kalimat itu harus selaras.
c.
Menghindari ambiguitas,
karena akan membingungkan pembaca.
d.
Menghindari bahasa kiasan
e.
Menghindari kalimat yang
terlalu kompleks, agar kalimat bermakna lugas.
f.
Menghindari kalimat
penunjuk diri.
g.
Menyusun paragraf yang
memiliki kepaduan (kohesi) yaitu seluruh kalimat dalam alinea hanya
membicarakan satu pokok pikiran atau satu masalah. Selain itu alinea juga harus
memiliki kepaduan (koheran) yaitu aliran kalimat satu dan lainnya berjalan
lancar, gunakan kata ganti, kata sambung, dan frase penghubung.[14]
h.
Dalam penulisan artikel
ilmiah, masalah ejaan harus diperhatikan sungguh-sungguh.
Dari ciri-ciri yang diutarakan di
atas, maka kita dapat menarik suatu kesimpulan bahwa penulisan artikel jurnal
ilmiah itu tidak boleh sembarangan atau asal-asalan, karena ada aturan yang
harus dipatuhi kaidahnya.
2.
Komponen Artikel Jurnal
Ilmiah
Komponen utama
artikel jurnal ilmiah adalah judul, nama penulis, abstrak, bodi, simpulan, dan
daftar pustaka. Komponen ini tentu tidak asing lagi bagi kita. Kendati
demikian, sebelum menyinggungnya lebih jauh, kita perlu menyadari bahwa tidak
ada patokan baku berkenaan dengan komponen utama tersebut. Dalam penegasan
lain, sebenarnya tidak ada patokan dalam cara penyajian artikel ilmiah, kecuali
bahwa kita harus menyesuaikan diri dengan gaya selingkung suatu jurnal yang
hendak dituju. Gaya selingkung adalah gaya khas suatu jurnal yang sifatnya
konsisten dan tetap, seperti gaya penampilan dan gaya penulisan yang biasanya
tercantum sebagai pedoman penulisan jurnal tersebut. Gaya penampilan meliputi
karakter huruf pada nama jurnal, ukuran kertas, dan lain-lain yang pada
pokoknya dapat kita kenali secara sekilas, sedangkan gaya penulisan secara umum
bertalian dengan visi dan misi jurnal tersebut. Artinya, gaya penulisan untuk
jurnal filsafat misalnya tentu akan berbeda dengan gaya penulisan untuk jurnal
teknik. Dengan demikian, menyesuaikan diri dengan dengan pedoman penulisan
suatu jurnal berarti kita sedang melakukan strategi pembingkaian. Strategi
tersebut digunakan untuk mengkonstruksi suatu fakta, realitas, atau peristiwa
yang berdasarkan ideologi, persepsi, abstraksi, dan ketgorisasinya. Strategi
pembingkaian itu dilakukan penulis artikel ilmiah untuk bisa menembus jurnal
terakreditasi.[15]
Dalam konteks
dunia pendidikan, membuat artikel ilmiah atau karya tulis merupakan salah satu
unsur untuk pengembangan profesi yang lebih bersifat akademis atau mengandung
nilai keilmuan dibandingkan dengan kegiatan lainnya, disamping menuntut
kreativitas yang cukup tinggi.
Penulis artikel
ilmiah menekankan pada tiga titik fokus untuk menonjolkan fakta atau objek penelitiannya,
yaitu pertama, perumusan masalah harus memberikan fokus pada objek
material penelitian berdasarkan jenis-jenis pertanyaan ilmiah yang menjadi
pilihan si penulis artikel ilmiah. Kedua, mengevaluasi nilai-nilai moral
atau penelitian atas perumusan masalah. Ketiga, penggarisbawahan solusi
dengan tujuan mengatasi masalah. Dalam struktur artikel ilmiah, ketiga titik
pembingkai ini dapat dimunculkan melalui komponen-komponen artikel ilmiah
sebagai berikut:
a.
Judul
Melalui judul,
pembaca dapat mengetahui secara cepat ruang lingkup kajian, objek formal, objek
material, dan bahkan masalah yang diangkat dalam penulisan. Oleh karena itu,
judul harus dibatasi dengan ruang lingkup objek penelitiannya. Judul tulisan
harus menarik atau menggugah pembaca dan jangan terlalu panjang.[16]
Karena, judul tak lain adalah “gelar”, “panggilan”, “sebutan”, “kepala
karangan”, “kop”, “tajuk”, atau “titel”. Kendati demikian keberadaan judul
sangatlah penting. Artikel ilmiah yang objek materialnya etika, sebagai contoh,
dapat membatasi judulnya dengan “etika China”, misalnya sehingga pembaca dapat
langsung memfokuskan bahwa artikel tersebut hanya membahas perihal etika China.
Bertalian dengan hal ini, menurut Wiyata, judul artikel ilmiah sebaiknya
disusun berdasarkan frase (bukan kalimat) dengan hanya mengambil model
judul-topik, yaitu judul yang mencerminkan pokok pikiran artikel tersebut.
Judul bisa saja
ditulis setelah artikel selesai ditulis. Bahasa yang digunakan untuk penulisan
judul juga harus provokatif dan menarik minat pembaca.[17]
b.
Nama Penulis
Di dalam artikel
ilmiah, untuk menghindari senioritas dan wibawa penulisnya, maka pencantuman
nama penulis artikel ilmiah hendaknya tanpa disertai gelar akademik. Nama
penulis artikel ilmiah hanya disertai lembaga tempatnya bekerja. Jika penulis
berjumlah lebih dari seorang, maka cantumkalnlah semua nama lengkapnya. Seperti
misalkan:
Liliek Sofyan Achmad, Reza al
Lampung, & Rochendi
Pusat Studi Betawi Universitas
Nasional, Jakarta.
Di bawah nama lembaga dapat pula
dicantumkan e-mail lembaga tersebut. Nama penulis artikel ilmiah dan lembaganya
boleh dicantumkan di bawah judul artikel atau nama lembaganya juga bisa
dicantumkan sebagai catatan kaki, tergantung pada pedoman penulisan jurnalnya.
Bahkan, tidak ada larangan mencantumkan data pribadi singkat penulis pada
bagian akhir artikel, asalkan tak menyebutkan hal-hal yang kurang perlu
sehubungan dengan penulisan artikel ilmiah, misalnya menyebutkan bahwa si
penulis adalah fungsionaris partai politik, anggota DPR, atau pengusaha minyak.[18]
c.
Abstrak dan Kata
Kunci
Abstrak berbentuk
intisari isi artikel yang menginformasikan latar belakang, metode yang
digunakan, dan hasil penelitian. Abstrak berbeda dengan “abstraksi”, walaupun
terkadang orang masih banyak yang menggunakan istilah “abstraksi”, makna
“abstraksi” ialah proses yang ditempuh pikiran untuk sampai pada konsep yang
bersifat universal.
Abstrak dalam
artikel ilmiah harusnya disertai dengan kata-kata kunci, yaitu istilah-istilah
yang mewakili konsep-konsep dasar yang terkait dengan ranah permasalahan yang
dibahas dalam artikel ilmiah. Abstrak yang disusun dalam 250 kata dalam satu
paragraf hendaknya ditulis dalam bahasa
Inggris, karena ditujukan untuk lembaga abstrak. Lembaga inilah yang diharapkan
bertugas menyebarluaskan abstrak kita melalui internet.[19]
d.
Bodi
i.
Pendahuluan
Pendahuluan tidak sama dengan
tinjauan pustaka dan juga tidak sama dengan manfaat penelitian. Bagian ini
menguraikan ihwal apa saja yang menjadi permasalahan sehubungan dengan
penelitian dan sekaligus menyajikan parameter yang digunakan agar menarik. Pendahuluan
boleh saja menonjolkan aspek yang kontroversial atau masalah yang belum dibahas
secara tuntas dalam artikel yang telah dipublikasikan seseorang sebelumnya atau
dalam penelitian terdahulu. Pendahuluan pada dasarnya merupakan argumentasi
kita tentang suatu masalah yang “harus” diselesaikan. Oleh karena itu,
pendahuluan selain bisa berupa kritikterhadap suatu teori atau metode, bisa
pula merupakan penjabaran lebih lanjut dari artikel ilmiah yang kita tulis.
ii.
Materi inti
Bagian ini biasanya diberi judul
sendiri dan isinya bervariasi. Namun, pada umumnya berisi tentang kupasan,
analisis, argumentasi, komparasi, keputusan, pendirian, atau sikap penulis
terhadap masalah yang dibicarakan. Banyaknya sub bagian tidak ditentukan,
tergantung kebutuhan penulis asalkan dilakukan menurut sistematika yang runtut
dan logis.
iii.
Metode
Metode adalah petunjuk praktis suatu
penelitian yang dilakukan. Pemaparan metode hendaknya ditulis dalam bentuk
uraian.
iv.
Hasil Penelitian
Hasil penelitian adalah uraian
argumentatif berdasarkan teori-teori yang digunakan dalam rangka pengujian
hipotesis, asumsi, atau pengkajian dalam perumusan masalah. Hasil penelitian
disajikan di dalam bagian materi inti.
v.
Pembahasan Hasil
Penelitian
Disajikan dalam bagian materi inti.
Bagian ini penulis mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan penelitian dan
menunjukkan bagaimana temuan-temuan tersebut diperoleh, lalu diinterpretasikan
dengan struktur pengetahuan yang mapan, sehingga dapat dimunculkan teori dan paradigma
baru.
vi.
Penutup, Simpulan,
Saran
Artikel ilmiah
diakhiri dengan bagian penutup yang berupa simpulan. Ciri-ciri simpulan adalah
abstraksi, implikasi, pernyataan umum, deduksi, dan interpretasi. Simpulan harus berisi jawaban atas
hipotesis berdasarkan fakta, dirumuskan secara singkat, dan diriwayatkan dengan
tegas (tanpa membumbuhi kata “mungkin”, “kiranya”, atau “tampaknya”). Selain
itu, artikel ilmiah juga bisa mengajukan saran, asalkan bertautan dengan
penelitian, logis dan shahih dan ditujukan kepada orang, lembaga atau pihak
yang berwenang.
vii.
Daftar Pustaka
Daftar referensi yang ditulis harus
yang benar-benar menjadi bahan dalam artikel ilmiah. Penulisan buku, artikel
jurnal, artikel jurnal dari internet, artikel surat kabar dari internet, dan
artikel surat kabar tanpa nama penulis, langsung disusun berdasarkan abjad.
Penyusunannya dilakukan dengan spasi rapat.[20]
3.
Materi dan ciri-ciri
artikel jurnal ilmiah
Materi jurnal
dapat terbentuk editorial, artikel asli, catatan pendek tentang penelitian atau
metode, ulasan (tinjauan pustaka atau riset), tanggapan atau sanggahan, surat menyurat,
laporan temu ilmiah, timbangan buku, iklan, pedoman penulisan artikel, dan
sinopsis makalah seminar.
Sedangkan ciri-ciri artikel ilmiah
untuk jurnal itu sendiri yaitu menggunakan sumber utama sebagai acuan,
mengandung informasi baru, penulisnya mudah dihubungi melalui cara-cara normal
(membubuhkan nomor telephon atau e-mail dibawah nama penulis),
pemuatannya direkomendasikan oleh mitra bestari (peer group) dan
mematuhi pedoman penulisan (pedoman selingkung).
4. Etika
kepenulisan
Etika kepenulisan merujuk pada “menjadi penulis artikel ilmiah yang baik”.
Seorang penulis akan terus berusaha menulis, meskipun menulis sudah menjadi
bakat sejak kecil. Bagi seorang penulis artikel ilmiah, ia akan lebih berlatih
mempelajari teknik menyusun abstrak, teknik membangun alinea, teknik menulis
tabel, atau teknik berlatih tulisan dari contoh berbagai jurnal yang terakreditasi.
Jadi, makin sering kita berlatih, makin terampil kita menulis, makin enak
tulisan kita dibaca.
Selain itu,
penulis artikel ilmiah juga dituntut untuk jujur dan bisa bertanggung jawab terhadap
pendapat yang dikemukakannya, apakah pendapat itu mengutip dari pendapat orang
lain atau murni pendapat sendiri. Dan tanggung jawab terbesar bagi seorang
penulis, artikel ilmiah untuk jurnal terakreditasi adalah perwujudan nyata
kepada masyarakat. Melalui artikel ilmiahnya, penulis bertanggung jawab secara
etis kepada masyarakat dalam hal kemajuan bangsa.
D. Langkah
Penyusunan Artikel Jurnal Ilmiah
1. Syarat
Penulisan Artikel
a. Teknikal artinya seorang penulis
artikel harus mampu mengoperasikan peralatan kerja. Seperti menggunakan mesin
ketik, komputer, laptop, dan dapat mengirimkan lewat e-mail.
b. Mental, artinya bahwa ketika kita
menulis artikel, kita harus memiliki mental yang kuat, jiwa yang tegar, tekad
yang bulat, kemauan yang kuat, tak bosan untuk terus belajar dengan sikap
pantang menyerah.
c. Senang membaca (reading habit),
artinya bahwa untuk menjadi penulis yang baik, kita harus menjadi pembaca yang
baik pula.
d. Intelektual,
artinya bahwa seorang penulis artikel harus memiliki kemampuan berpikir kritis,
logis, cermat, bervisi akademis, sistematis serta analitis, dengan didukung
oleh referensi yang relevan, aktual dan representif.
e. Sosiokultur, artinya bahwa seorang penulis
penting melakukan kontak sosial dan mampu beradaptasi terhadap lingkungan
sosialnya, baik melalui komunikasi langsung maupun komunikasi tidak langsung,
sehingga mampu beradaptasi, supel dalam bergaul dan senantiasa memiliki respek
sosial yang kuat dalam upaya menambah ilmu pengetahuan dan memperluas wawasan.[21]
2. Anatomi Artikel
a. Judul (head) adalah identitas
terpenting dari artikel. Ibarat orang, judul adalah kepala.
b. Penulis (by name) adalah nama
kita sebagai penulis artikel.
c. Pendahuluan (into) merupakan
kalimat pembuka pada awal penulisan artikel.
d. Isi (contents) merupakan
uraian isi pesan yang kita sampaikan kepada pembaca.
3. Teknik Menulis
Artikel
Teknik menulis artikel pada dasarnya sama denganmenulis berita, yang
mengandung konsep 5W+1H. Tetapi karena artikel bersifat pandangan (views),
unsur-unsur yang terkandung pun metupakan pandangan dari penulisnya.
a. Teknik Menulis Judul
Teknik membuat
judul untuk artikel pada dasarnya sama dengan membuat judul untuk berita. Jika
seorang penulis berhasil membuat judul yang menarik, tentu suatu prestasi
tersendiri. Namun jika isinya baik tetapi judulnya kurang berhasil, biasanya
judul yang dibuat bisa diubah oleh redaktur pelaksana media massa yang
bersangkutan. Teknik untuk membuat judul yang baik, yaitu: provokatif, singkat,
padat relevan, fungsional, representatif, dan merujuk pada bahasa yang baku.[23]
b. Teknik Menulis Intro
Intro merupakan
paragraf pertama dalam menulis artikel. Dalam menulis intro yang
terpenting adalah ditulis dengan kalimat semenarik menungkin, sehingga
membangkitkan minat para pembaca. Cara mudah untuk membuat intro adalah
dengan memperhatikan tiga pertama pertama, yaitu kalimat yang ringkas, jelas,
resmi, sederhana, dan menarik.
c. Teknik Menuliskan Isi
Isi adalah
uraian isi pesan yang akan kita sampaikan kepada pembaca. Isi materi artikel
secara keseluruhan adalah menjelaskan ke sidang pembaca tentang latar belakang
serta problematika tulisan yang ingin kita sampaikan ke sidang pembaca. Teknik
penulisan artikel jurnal ilmiah sendiri, yaitu antara 10-20 halaman kuarto
berspasi ganda.
Tiga prinsip
dasar komposisi yang perlu kita perhatikan dalam artikel, yaitu:
1) Kesatuan (unity), mencakup sifat,
isi, dan tujuan. Artinya masalah yang dikupas tidak keluar dari kesatuan yang
dibahas.
2) Persatuan (coherence), menunjukkan
adanya pesan yang kita uraikan mengalir dari kalimat satu ke kalimat yang lain.
3) Titik berat (emphasis), memberikan
tekanan pada bagian yang penting. Ini dimaksudkan agar bahasanya fokus,
sehingga pembaca dapat menemukan simpulan.[24]
d. Teknik Menulis Penutup
Penutup atau closing
memiliki fungsi sebagai pengembang bahasan untuk menyatakan uraian, serta
kesan mendalam kepada pembaca, yaitu sebagai berikut:
1) Menegaskan kembali topik atau pokok
bahasan dalam kalimat yang berbeda secara ringkas dan tegas dengan tujuan
menyakinkan pembaca.
2) Mengakhiri dengan klimaks, langsung
menegaskan kesimpulan yang cukup menyengat dan dapat dijadikan bahan renungan
pembaca
3)
Persuasif, yaitu dengan mengajak khalayak utnuk melakukan sesuatu tindakan
tertentu yang dianggap penting, relevan, dan mendesak.
E. Contoh Artikel
Jurnal Ilmiah
Salah satu
contoh artikel hasil pemikiran untuk jurnal ilmiah.[26]
TEKNIK MENULIS BERITA
Oleh: Dalman
Dosen PNSDpk pada Universitas Muhammadiyah Lampung
Jl. Z.A. Pagar Alam No. 14 Labuhanratu Bandar Lampung
Abstrak
Pers (surat kabar dan majalah) merupakan wadah untuk menyampaikan berbagai
informasi kepada seluruh lapisan masyarakat. Agar berita yang ditulis dapat
diterima dan dipahami dengan baik oleh pembaca, penulis berita harus menguasai
teknik atau cara menulis berita yang baik. Teknik tersebut meliputi: (1)
penentuan topik penulisan berita, (2) penentuan tujuan penulisan berita, (3)
penyusunan kerangka penulisan berita,(4) penulisan draf berita, dan (5)
perbaikan draf berita.
Kata-kata
kunci: Pers, Bahasa Pers, Teknik Penulisan Berita.
I.
PENDAHULUAN
Pers adalah salah satu wadah untuk menyampaikan berbagai informasi penting
kepada masyarakat. Informasi yang disampaikan itu haruslah dapat diterima
dengan baik oleh masyarakat pembaca pers. Oleh sebab itu, pers harus
memerhatikan penggunaan bahasa dan penulisannya.
Bahasa pers ialah salah satu ragam bahasa. Bahasa pers memiliki sifat khas,
yaitu: singkat, padat, sederhana, lancar, jelas dan menarik.
Sifat padat dan singkat bahasa pers ialah karena sifat ekonomis yang sangat
dibutuhkan oleh surat kabar dan majalah. Harus diingat bahwa yang membaca surat
kabar dan majalah bukanlah hanya masyarakat dari kalangan terpelajar, emlainkan
juga sampai kepada masyarakat bawah. Keahlian menyusun bahasa yang ekonomis
haruslah dikembangkan. Dalam hal ini, bahasa pers harus disusun secara singkat
dan sederhana, tetapi jelas.
Bahasa surat kabar dan majalah harus lancar karena bahasa yang lancar akan
membuat tulisan menarik. Kejelasan tulisan harus menjadi syarat yang utama agar
pembaca tidak perlu mengulang-ulang apa yang dibacanya karena ketidakjelasan
tulisan itu. Dengan demikian, para penulis berita dalam pers (surat kabar atau
majalah) harus memerhatikan teknik penulisannnya.
Berdasarkan uraian di atas, dalam makalah yang singkat ini penulis akan
membahas masalah “Teknik Penulisan Berita Ditinjau dari Segi Penggunaan Bahasa
Indonesia”.
II.
PEMBAHASAN
A. Bahasa Indonesia Pers
Pada bagian pendahuluan telah dipaparkan bahwa ciri-ciri bahasa pers adalah
singkat, padat, sederhana, lancar, jelas dan menarik. Meskipun demikian,
penggunaan bahasa pers harus didasarkan pada bahasa baku. Bahasa pers di
Indonesia harus dapat dipahami oleh pembaca di seluruh Indonesia.
Perlu diketahui bahwa pers sebagai salah satu alat komunikasi massa sangat
besar peranannya dalam pembinaan bahasa terutama dalam masyarakat yang
bahasanya masih tumbuh dan berkembang seperti bahasa Indonesia. Secara tidak langsung
surat kabar dan majalah menjadi sarana pembinaan bahasa. Kekuatannya terletak
pada kesanggupan menggunakan bahasa secara terampil dalam penyampaian
informasi, opini, bahkan hiburan. Sarana yang dipakai surat kabar dan majalah
tersebut sebagai alat komunikasi dengan masyarakat ialah bahasa tulis. Oleh
sebab itu, berbicara mengenai bahasa surat kabar dan majalah kita berbicara
tentang bahsa tulis.
Bahasa tulis yang digunakan dalam surat kabar dan majalah adalah bahasa
baku, khususnya untuk penulisan berita yang bersifat faktual, misalnya berita
kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah, peristiwa atau kejadian yang dialami
masyarakat, laporan hasil penelitian, artikel, dan lain-lain.
B. Teknik Menulis Berita
Agar berita
yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh seluruh lapisan
masyarakat, ada beberapa teknik atau cara menulis berita, yakni:
1. Penentuan Topik Penulisan Berita
Topik karangan
atau topik tulisan ataupun topik berita pada dasarnya sama saja. Dengan
demikian, topik karangan atau topik tulisan atau topik tulisan ataupun topik
berita dapat diartikan sebagai hal pokok yang dituliskan atau diungkapkan
ataupun dibahas dalam tulisan.
Ada beberapa
pertimbangan yang perlu diperhatikan oleh seorang penulis berita dalam
menentukan topik berita atau tulisan, yakni:
a. Kemanfaatan
Berita ditulis untuk pembaca. Oleh karena itu, manfaat yang diharapkan akan
diperoleh pembaca layak dipertimbangkan. Jadi, kalau Anda menulis, pertanyaan
pemandu yang perlu Anda jawab sendiri
adalah manfaat apa yang dipetik oleh pembaca dari tulisan (berita) yang akan
Anda tuliskan itu.
b. Kemenarikan
Kemenarikan suatu topik merupakan salah satu daya tarik suatu topik. Orang
akan tertarik terhadap tulisan (berita) karena ada manfaat yang diperolehnya.
Suatu topik tulisan (berita) akan menarik perhatian orang atau pembaca, jika
topik itu bersifat faktual. Selain itu, kemenarikan topik perlu diusahakan
dalam kiat membuat judul tulisan (berita).
c. Fisibilitas
Fisibilitas berarti kelayakan dapat dikerjakan. Sebuah topik tulisan
(berita) Anda pilih karena pertimbangan bahwa topik itu akan dapat Anda
kerjakan menjadi tulisan (berita). Dengan kata lain, topik yang Anda pilih
adalah topik yang fisibel, yang dapat Anda uraikan menjadi tulisan (berita).
2. Penentuan Tujuan Penulisan Berita
Tujuan penulisan berita itu bermacam-macam, seperti menjadi ikut berpikir
dan bernalar, membuat pembaca tahu tentang hal yang yang diberitakan,
menjadikan pembaca beropini, menjadikan pembaca mengerti, dan membuat pembaca
terpersuasi oleh isi tulisan (berita), atau membuat pembaca senang dengan
menghayati nilai-nilai yang dikemukakan dalam tulisan (berita), seperti
nilai-nilai kebenaran, nilai keagamaan, nilai pendidikan, nilai sosial, nilai
moral, nilai kemanusiaan, nilai etika, dan nilai estetika.
3. Penyusunan Kerangka Penulisan Berita
Kerangka penulisan berita adalah kerangka tulisan yang menggambarkan
bagian-bagian atau butir-butir isi tulisan (berita) dalam tatanan yang
sistematis.
Dilihat dari
bentuk rumusannya, kerangka tulisan itu dapat dibedakan atas dua kategori,
yakni kerangka topik dan kerangka kalimat. Pada kerangka topik, setiap bagian
karangan diungkapkan dengan kata atau frasa, sedangkan pada kerangka kalimat,
setiap bagian tulisan (berita) diungkapkan dengan kalimat.
4. Penulisan Draf Berita
Penulisan draf merupakan aktivitas menyusun tulisan (berita) secara utuh. Menurut
Brown, dia mengemukakan bahwa penulisan draf tulisan itu terdiri atas rangkaian
langkah kegiatan sebagai berikut:
a. Membaca semua kartu catatan;
b. Mempertimbangkan semua materi yang
sudah dipersiapkan;
c. Memerhatikan kerangka tulisan;
d. Mengelompokkan bahan-bahan dan
catatan-catatan bahan tulisan berdasarkan topik dan menempatkan
kelompok-kelompok bahan tulisan itu dalam kerangka tulisan;
e. Menuliskan draf kasar tulisan.
5. Perbaikan Draf Berita
Kegiatan
memperbaiki draf berita disebut juga merevisi draf. Ada empat aspek yang perlu
diperhatikan dan diperbaiki oleh penulis berita terhadap draf tulisan (berita)
yang telah dibuatnya, yakni aspek isi, bahasa, ejaan dan tanda baca, dan
teknis.
III.
PENUTUP
Pers (surat kabar dan majalah) merupakan wadah untuk menyampaikan berbagai
informasi kepada seluruh lapisan masyarakat. Mengingat pers bukan hanya milik
masyarakat terpelajar atau cendekiawan, melainkan milik seluruh lapisan
masyarakat, bahasa yang digunakan dalam pers (surat kabar dan majalah)
sebaiknya menggunakan bahasa yang komunikatif. Dalam hal ini, bahasa yang
digunakan dalam pers harus dapat dipahami oleh pembacanya.
Ditinjau dari
segi bahasa yang digunakan, bahasa pers memiliki sifat khas, yaitu: singkat,
padat, sederhana, lancar, jelas, dan menarik. Meskipun demikian, penggunaan
bahasa pers harus didasarkan pada bhasa baku. Oleh sebab itu, bahasa yang
digunakan dalam pers adalah bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Ada dua hal
penting yang harus diperhatikan oleh penulis berita dalam menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar sebagai alat untuk menyampaikan informasi penting
dalam pers, yakni penggunaan kalimat efektif dan EYD (Ejaan Yang
Disempurnakan).
Agar berita
yang ditulis dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh pembaca, penulis
berita harus menguasai teknik atau cara menulis berita yang baik. Teknik
tersebut meliputi: (1) penentuan topik penulisan berita, (2) penentuan tujuan
penulisan berita, (3) penyusunan kerangka penulisan berita, (4) penulisan draf
berita, dan (5) perbaikan draf berita.
DAFTAR PUSTAKA
Akhadiah MK, Sabarti, dkk. 1984/1985. Bahasa
Indonesia. Jakarta: Universitas Terbuka, Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan.
Alwi, Hasan. 2001. Kalimat: Bahan Penyuluhan Bahasa
Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional.
Badudu, J.S. 1985. “Bahasa Indonesia Pers” dalam
badudu, J.S. Cakrawala Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia.
IV.
KESIMPULAN
Dari paparan diatas
dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa, artikel jurnal ilmiah ialah
tulisan atau karya tulis yang merupakan hasil pemikiran atau hasil penelitian
yang berisi informasi faktual dan menarik pembaca yang dimuat dalam media massa
cetak khusus (jurnal). Tujuan utama penulisan artikel jurnal ilmiah adalah
untuk menciptakan kompetensi menulis di berbagai kalangan. Ruang lingkup
artikel jurnal ilmiah adalah meliputi gaya penulisan, komponen, materi dan
ciri-ciri artikel jurnal ilmiah dan etika penulisan. Langkah penyusunan artikel
jurnal ilmiah adalah dengan memerhatikan syarat-syarat penulisan artikel, anatomi artikel dan teknik menulis artikel.
V.
PENUTUP
Demikianlah makalah yang telah kami susun,
semoga bermanfa’at bagi pembaca dan pemakalah sendiri. Semoga apa yang telah di
diskusikan menambah pengetahuan kita tentang artikel jurnal ilmiah Kami
menyadari masih banyak kekurangan dan kekeliruan dalam penyusunan makalah ini,
untuk itu kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat kami butuhkan untuk memperbaiki
makalah kami agar lebih baik.
DAFTAR
PUSTAKA
Dalman, Menulis Karya Ilmiah, 2012,
Yogyakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Djuroto, Toto. Suprijadi, Bambang. Menulis Artikel
dan Karya Ilmiah, 2009, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Guntur, Henri. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan
Berbahasa, 1982, Bandung: ANGKASA.
Sudarman, Paryati. Menulis di Media Massa,
2008, Yogyakarta: Pustaka pelajar.
Sudjana, Nana. Menyusun Karya Tulis Ilmiah,
1991, Bandung: Sinar baru.
Sumadiria, Haris. Menulis Artikel dan Tajuk
Rencana, 2004, Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Syamsul, Asep. Kamus Jurnalistik, 2008,
Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Wibowo, Wahyu. Piawai Menembus Jurnal
Terakreditasi, 2008, Jakarta: PT Bumi Aksara.
BIODATA PENULIS
Nama : Nur
Faizah
NIM : 123111118
Jurusan/prodi : Pendidikan
Agama Islam
Tempat, Tanggal Lahir: Tegal,
24 Februari 1994
Alamat Asal :
Kedung Kelor, RT 03 RW 02,
Warureja, Tegal
Alamat Sekarang : Perumahan Bank Niaga Blok C17
Pendidikan :
SDN Kedung Kelor 01, SMP Pondok Modern Selamat
Kendal, MAN Pemalang
No. Hp :
081902291922
Email :
nurfaizah2421994@gmail.com
Twitter :
@faizah1994
Facebook :
Faizah Asvhiegazz Muslimah
[1]
Nana Sudjana, Menyusun Karya Tulis Ilmiah, Bandung: Sinar baru, 1991,
hlm.55
[2]
Wahyu Wibowo, Piawai Menembus Jurnal Terakreditasi, Jakarta: PT Bumi
Aksara, 2008, hlm.14
[3]
Asep Syamsul, Kamus Jurnalistik, Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2008,
hlm.12
[4]
Wahyu Wibowo, Piawai Menembus Jurnal Terakreditasi, Jakarta: PT Bumi
Aksara, 2008, hlm.vii
[5]
Toto Djuroto,Bambang Suprijadi, Menulis Artikel dan Karya Ilmiah,
Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2009, hlm.5
[6]
Haris Sumadiria, Menulis Artikel dan Tajuk Rencana, Bandung: Simbiosa
Rekatama Media, 2004, hlm. 1
[7]
Paryati Sudarman, Menulis di Media Massa, Yogyakarta: Pustaka pelajar, 2008,
hlm. 139
[8]
Bahdin Tanjung, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah dan Mempersiapkan Diri
menjadi Penulis Artikel Ilmiah, Jakarta: Kencana, 2009, hlm.7
[9]
Toto Djuroto,Bambang Suprijadi, Menulis Artikel dan Karya Ilmiah,
Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2009, hlm.8
[10]
Wahyu Wibowo, Piawai Menembus Jurnal Terakreditasi, Jakarta: Bumi
Aksara, 2008, hlm.92
[11]
Henri Guntur, Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa, Bandung:
ANGKASA,1982, hlm.37
[12]
Wahyu Wibowo, Piawai Menembus Jurnal Terakreditasi, Jakarta: Bumi Aksara,
2008, hlm. 6
[13]
Toto Djuroto,Bambang Suprijadi, Menulis Artikel dan Karya Ilmiah,
Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2009, hlm. 87
[16]
Nana Sudjana, Menyusun Karya Tulis Ilmiah, Bandung: Sinar Baru,1991,
hlm.85
[17] Wahyu
Wibowo, Piawai Menembus Jurnal Terakreditasi, Jakarta: Bumi Aksara, 2008,
hlm. 102-103
[18] Wahyu
Wibowo, Piawai Menembus Jurnal Terakreditasi, Jakarta: Bumi Aksara, 2008,
hlm. 102-104
[19] Wahyu
Wibowo, Piawai Menembus Jurnal Terakreditasi, Jakarta: Bumi Aksara, 2008,
hlm.105-106
[21]
Paryati Sudarman, Menulis di Media Massa, Yogyakarta: Pustaka
Pelajar,2008, hlm. 144-146
[22] Paryati Sudarman, Menulis di Media Massa, Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 2008, hlm. 147-148
[23] Paryati Sudarman, Menulis di Media Massa, Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 2008, hlm. 148-149
[24] Paryati
Sudarman, Menulis di Media Massa, Yogyakarta: Pustaka Pelajar,
2008, hlm 155-157
[25] Paryati Sudarman, Menulis di Media Massa, Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 2008, hlm. 163
[26]
Dalman, Menulis Karya Ilmiah, Yogyakarta: PT Raja Grafindo Persada,
2012, hlm.266-276
Komentar
Posting Komentar