Katakan “No” Untuk Terorisme

السلام عليكم ورحمة لله و بركته
Nama   :           Nur Faizah
NIM    :           123111118
Makul  :           Karya Tulis Ilmiah
Tema   :           Membentuk Sikap Mahasiswa Anti Terorisme

Katakan “No” Untuk Terorisme

Mahasiswa merupakan agen of change yakni perantara untuk menghantarkan pada perubahan atau pembaharuan yang lebih baik, berperan sangat penting dalam sebuah negeri. Sebuah pemikiran-pemikiran yang idealis dan intelektual muncul darinya, ide-ide yang cemerlang pun tak henti-hentinya dituangkan. Baik itu melalui lisan, seperti melalui demo ataupun unjuk rasa, juga melalui tulisan yakni sebuah kritik tajam kepada pemerintahan yang dituliskan lewat media massa seperti koran, majalah, buletin atau media massa yang lainnya.
Didunia yang sudah mengalami arus globalisasi ini, mahasiswa rentan akan cepat terpengaruhnya budaya-budaya dari luar. Tak hanya hal yang positif yang diserap, namun juga hal yang negatif pun kadang diterima. Hal negatif inilah yang membuat mahasiswa menjadi pribadi yang buruk. Seiring berjalannya waktu yang semakin kontemporer, kini terorisme hadir ditengah-tengah masyarakat khususnya di negeri Indonesia. Membuat kerusakan dan perpecahan dimana-mana, menimbulkan perasaan takut dan cemas yang terus-menerus mencekam di dada. Praktik tindakan teror di Indonesia telah mengganas dengan membakar rumah penduduk, tempat-tempat wisata, hotel, dan tempat-tempat lainnya yang banyak dikunjungi orang-orang.
Terorisme sering diartikan praktik tindakan teror yakni sebuah penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha untuk mencapai tujuan terutama tujuan politik. Terorisme di Indonesia yang dilakukan oleh kelompok militan Jemaah Islamiyah yang berhubungan dengan al-Qaeda ataupun kelompok militan yang menggunakan ideologi serupa dengan mereka. Sejak tahun 2002, beberapa "target negara Barat" telah diserang. Korban yang jatuh adalah turis Barat dan juga penduduk Indonesia. Terorisme di Indonesia dimulai tahun 2000 dengan terjadinya Bom Bursa Efek Jakarta, diikuti dengan empat serangan besar lainnya, dan yang paling mematikan adalah Bom Bali 2002.
Memahami praktik tindakan teror di Indonesia mahasiswa seharusnya mampu bersikap yang bijak. Tidak malah ikut terjerumus dalam tindakan teror tersebut. Maka biasanya untuk mengantisipasi itu semua, mahasiswa membuat sebuah gerakan sendiri yaitu kegiatan kemahasiswaan yang ada di dalam maupun di luar perguruan tinggi yang dilakukan untuk meningkatkan kecakapan, intelektualitas dan kemampuan kepemimpinan para aktivis yang terlibat di dalamnya. Mengingat peran mahasiswa sangatlah penting, tidak sepantasnyalah mahasiswa hanya mementingkan kebutuhan pribadi saja. Melainkan harus tetap berkontribusi terhadap bangsa dan negaranya. Mahasiswa bukan menjadi siswa yang tanggung jawabnya hanya belajar, mahasiswa memiliki tempat tersendiri di lingkungan masyarakat, namun bukan berarti memisahkan diri dari masyarakat.
Kita sebagai mahasiswa harus merenungkan, betapa pentingnya peranan mahasiswa bagi masyarakat, betapa berharganya peran mahasiswa mengkritik apa yang salah dari pemerintah. Berdasarkan itulah perlu dirumuskan peranan mahasiswa bukan hanya bagi negara melainkan juga masyarakat.
Dalam konteks era kontemporer seperti sekarang ini, peranan mahasiswa mengalami pergeseran nilai dan tujuan. Mahasiswa kini tak lagi idealis seperti dulu, banyak peranan mahasiswa yang diboncengi oleh banyak kepentingan yang ada. Selain itu, peranan mahasiswa yang seharusnya menjadi pembawa aspirasi rakyat, kini mulai bergeser menjadi academic oriented saja dengan hanya belajar sebagai kegiatan utama. Perlu ingat, mahasiswa hakikatnya lahir dari rahim rakyat, dan sudah sepantasnyalah mahasiswa membela kepentingan rakyat.
Dalam kaitannya terorisme, mahasiswa seharusnya mampu menanggulanginya. Jangan sampai terorisme menjadi sesuatu yang mendarah daging di kancah kehidupan di Indonesia, menyengsarakan banyak orang, meresahkan dan membuat rasa takut yang terus mencengkam bahkan yang sering terjadi menghilangkan nyawa banyak orang. Jika tidak diantisipasi maka potensi terorisme bakal terus meningkat jika tidak segera dicegah sejak dini. Itu pun sebenarnya tidak bisa jika hanya dilakukan oleh mahasiswa saja atau petugas keamanan ataupun polisi, melainkan itu harus dilakukan oleh semua komponen masyarakat.
Sebagai seorang mahasiswa yang berkompeten dan memiliki pemikiran intelektual yang tinggi, sudah sepatutnya mahasiswa menolak dan menentang terorisme. Kalau perlu katakan “no” untuk terorisme. Jangan sampai terorisme dibiarkan hidup dan berkembang di Indonesia. Mengingat terorisme hanyalah berdampak negatif saja bagi rakyat Indonesia. Sebagai mahasiswa yang memiliki intelektualitas yang tinggi, sudah sepatutnya mahasiswa mampu untuk berpikir dan bagaimana bersikap. Sikap yang pastinya kontra terhadap aksi terorisme, bukan malah pro terhadap terorisme. Maka dari itu, agar terorisme tidak tumbuh di negeri Indonesia dan tidak ingin menyebar kemudian mengakar dikalangan masyarakat serta di Indonesia tidak ada lagi virus-virus terorisme, maka semua pihak sudah sepatutnya mendukung dengan anti terhadap terorisme, pemerintah dan para pengambil kebijakan di Istana Negara juga harus waspada dan berbenah untuk menuju Indonesia yang lebih baik yang jauh dari terorisme.
والسلام عليكم ورحمة لله و بركته

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Allah selalu bersamaku....

Duri

Laporan Batik di Museum Ranggawarsita